bla...bla...bla...
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

mesin pencari

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



10/21/2007
IMAJINASI ADALAH SAMPAH

Imainasi adalah sampah




“Kau pernah mendengar nama John Nash?” tanya Edwin kepada Herman suatu hari, Herman adalah teman sekamarnya Edwin di asrama mahasiswa belakang kampus.

“Tahu, itu kan si Beautiful Mind?” jawab Herman.

“Kalau Smeagol?”

“Sebentar…Smeagol…Smeagol…oh…makhluk aneh di Lord Of The Ring. Kok tanya-tanya seperti itu, ada apa?”

Edwin tak bicara lagi. Ia membalikkan tubuhnya ke kanan, menghadap tembok. Dia sedang berbaring di ranjangnya, sedangkan Herman masih menekuni pekerjaannya, mereparasi radio.

“Kalau musuhnya Spider-man yang pakai baju hijau dan terbang naik jet, kau tahu?”

“Oh…Green Goblin… iya tahu, memangnya ada apa ini? Apa ini cerdas cermat?” jawab Herman seraya tersenyum ke arah Edwin.

Edwin masih tetap berbaring. Dia merebahkan tubuhnya terlentang, menatap langit-langit kamar dan berkata, “mereka semua orang-orang aneh, mereka itu tokoh-tokoh yang kesepian yang menciptakan teman khayalan.”

“Kau benar, di samping itu mereka juga punya masalah lain, punya kepribadian ganda, kepribadian yang satu berusaha mengalahkan kepribadian yang lain.”

“Ah, iya…tapi sudahlah, sebaiknya kau selesaikan saja radiomu itu sampai selesai. Aku capek hari ini, mau tidur.”


*


Keesokan siang, Edwin sudah pulang dari kampusnya. Ia masuk ke asrama, naik tangga ke lantai dua, dan berjalan melewati kamar-kamar yang lain menuju ke kamarnya yang berada di ujung belakang.

Dia telah sampai di depan kamarnya, dibukanya pintu kamar, ia masih melihat Herman masih mengutak-ngatik radio di mejanya. Edwin langsung merebahkan diri, terlentang di ranjang, walau tas ranselnya masih melekat di punggungnya. Sambil matanya terpejam, ia berkata lirih, “Her, sudah lama aku curiga sama kamu.”

Herman menghentikan aktivitasnya, kepalanya menoleh ke Edwin, tapi Edwin masih terpejam.

“Curiga apa?” tanya Herman.

“Masih ingat pembicaraan kita kemarin? Dan hari sebelumnya? Waktu itu kita berdua pinjam film yang judulnya ‘Secret Window’ yang bintangnya Johny Depp?”

“Hm…” Herman mengingat-ingat,”ooo…tentang penulis novel yang berubah jadi gila karena punya musuh khayalan yang menjiplak ceritanya, juga karena istrinya selingkuh. Iya khan ?”

“Ha…ha…ha…sebenarnya…” Edwin tertawa kecil, tapi masih memejamkan matanya sambil otaknya berusaha merangkaikan kata-kata yang sesuai, “sebenarnya aku sudah curiga denganmu, kenapa setiap bertemu kamu, kamu selalu mengutak-ngatik radio yang sama bertahun-tahun dari yang lalu sampai sekarang, lalu kenapa semua penghuni asrama ini tidak pernah ada yang mengenalmu atau bahkan sekedar pernah melihatmu, kenapa teman-teman asrama sudah menganggapku gila karena sering melihatku bicara sendiri. Aku sudah tahu. Kemarin, sebelum kau masuk ke kamar ini, aku sedah menyiapkan handy cam yang ku pasang di atas lemari, ku stel merekam otomatis dan aku menunggumu masuk kamar ini sambil tidur-tiduran. Setelah itu kau datang, membuka pintu dan langsung menuju ke mejamu dan meneruskan memperbaiki radio,”

Herman memperhatikan dengan seksama, Edwin melanjutkan lagi, “kita kemarin bicara tentang film dengan orang-orang gila,”

Herman mengangguk. Edwin melanjutkan, “hm…siang ini aku ke tempatnya Juki untuk mentransfer rekaman handy cam itu ke komputernya, lalu…”

Herman memotong, ”tunggu, bukankah di sini juga ada komputer, kenapa harus ke tempatnya Juki?”

“Benar sekali, itu supaya engkau tidak tahu, bukankah kau selalu ada di kamar ini? Juga sebenarnya handy cam itu sudah ada layarnya tapi sudah buram dan kecil, sama sekali tidak jelas. Ini dia,” kata Edwin sambil mengeluarkan handy cam abu-abu kecil dari dalam ranselnya, ia lalu menghidupkan komputernya, memasang kabel transfer dan menyiapkan semuanya. Ia berkata lagi, “lihatlah…lihatlah baik-baik!” kata Edwin sambil mengarahkan layar monitor ke arah Herman. Selama beberapa menit mereka berdua melihat ke dalam monitor, melihat rekaman kemarin. Dan benar. Di sana Edwin bicara sendiri sambil terlentang, sedangkan meja dan kursi yang harusnya berisi Herman dan radionya, ternyata kosong melompong.

“Lihatlah…lihatlah ke dalam monitor, aku bicara sendiri, LIHATLAH AKU BICARA SENDIRI !” teriak Edwin.

Muka Edwin yang tadi ramah berubah menjadi beringas. Tiba-tiba tangannya mencengkeram kerah baju Herman, namun yang terlihat di pantulan kaca jendela kamar adalah Edwin yang mencengkeram kerah bajunya sendiri. Di mata Edwin - saat ini - dirinya dan Hermanlah yang sedang berguling-guling di lantai.

Edwin berkata kepada Herman, “aku harus membunuhmu Her, supaya aku bisa bebas dari kegilaan ini,”

Herman tampak ketakutan, dan menjawab dengan gemetaran, “Tung…tunggu…tunggu dulu…bukankah kita bisa berteman saja, bukankah aku selama ini tidak mengganggumu? Bukankah aku tidak pernah menentang ide-idemu? Bukankah kita selalu seiya-sekata? Kau sudah lihat di film-film yang pernah kita tonton bersama, mereka yang ada di sana adalah orang yang punya dua sifat, yang satu pemberani, yang muncul karena sebelumnya ada sifat pengecut, dan sifat pemberani inilah yang mengalahkan sifat pengecut. Mereka-mereka itu tersiksa karena ada pertentangan batin di dalam diri mereka sendiri. Tapi lihatlah kita. Kita tak pernah bertengkar, aku selalu menghormati pemikiranmu. Memang aku akui kalau aku adalah teman khayalanmu, aku adalah ciptaanmu. Ku mohon, tolonglah, aku masih ingin bersamamu,”

Edwin masih mencengkeram kerah Herman. Matanya yang merah menatap lekat-lekat mata Herman yang ketakutan. Ditariknya Herman, diangkat kemudian didorong ke tembok.

Edwin berkata, “benar, kau sudah banyak menemaniku, tapi sudah saatnya kau hilang dari mukaku, aku harus membunuhmu. MEMBUNUHMU!”

“Tunggu dulu, kau masih ingat sewaktu pertama kali kau menciptakan aku? waktu itu tahun 1997 sewaktu kau lulus dari SMP dan kau kagum pada tokoh pujaanmu, Herman Mc Currie, yang bisa membuat radio yang mampu menangkap siaran satelit. Dan kau sangat ingin melanjutkan sekolah ke STM agar bisa seperti Mc Currie, namun ternyata kenyataan berkata lain. Nyatanya kau dipaksa orangtuamu masuk SMU. Akhirnya kau menciptakan aku. Aku sendiri masih ingat, kau waktu itu bercermin di kaca lemari pakaianmu sambil bergaya bak Herman Mc Currie dengan rambut yang berantakan, tangan kanan memegang obeng, tangan kiri solder, dan kau berkata, “aku adalah Herman, huahahahahaha…””

“Cukup! Cukup…diamlah, memang saat itu aku berambisi untuk menjadi dia,” kata Edwin yang tanpa sadar cengkeraman tangannya melemah, “tapi sekarang aku ingin menjadi arsitek. Masa-masamu telah lewat!” Cengkeraman tangan Edwin kembali menguat dan dia berseru, “aku harus membunuhmu!”

Edwin melepas tangan kirinya. Hanya tinggal tangan kanan yang masih memegang erat-erat kerah Herman. Herman berusaha berontak dengan memukul-mukul tangan kanan Edwin, tapi Edwin masih terlalu kuat baginya. Edwin, dengan tangan kirinya, berusaha mencari-cari pisau cutter biru yang biasa dia pakai. Dibuka-bukanya beberapa laci meja yang ada di dekatnya. Akhirnya dia menemukannya. Segera ia mengambil dan mengeluarkan mata pisaunya. Tanpa ba-bi-bu lagi cutter itu di hujamkan ke perut Herman. Herman menjerit. Ia terjatuh ke lantai, memegangi perutnya yang robek dan menahan darahnya mengucur.

“Akhirnya kau mati Her, tidak ada lagi yang bisa menyebutku gila,” ujar Edwin sambil menarik nafas panjang.

Tapi tiba-tiba pintu lemari pakaian Edwin terbuka dan muncul sosok perempuan cantik, agak gemuk, berkulit putih memandanginya, yang kemudian berkata, “aku sudah menunggumu untuk melakukan hal itu. Sudah sepantasnya kau membunuhnya,”

“Siapa kau?” tanya Edwin. Perhatiannya beralih ke sosok wanita yang muncul tadi, tapi hanya sebentar karena matanya kembali ke tubuh Herman yang tergeletak di lantai.

Edwin terkejut. Tubuh Herman telah lenyap, namun sisa-sisa darahnya masih ada di lantai.

Perempuan itu menjawab, “masa kau tidak ingat aku. Aku adalah Ima, istrimu. Pertama kali kita bertemu kau masih tinggal di bengkel Pak Murad. Kamarku ada di dalam dan kamarmu ada diluar, dekat kebun. Ketika tiap malam aku menonton televisi di ruang tengah, kau selalu mengintipi aku dari jendela. Kau harusnya masih ingat,”

Entah bagaimana, kelopak mata Edwin menjadi berat. Sebelum matanya tertutup, Edwin sempat merasakan perih di perutnya. Ada sesuatu berwarna biru tertancap di sana. Kemeja putihnya bersimbah darah. Sayup-sayup telinganya masih mendengar perempuan yang mengaku bernama Ima, yang mengaku sebagai istrinya itu mengatakan padanya, “Ayo kita pulang Ed, bukankah kau belum pernah menemui anakmu yang sekarang berumur 7 bulan. Ayo kita menemuinya.”

Tak seperti biasanya, langkah-langkah kaki Edwin kali ini terasa begitu ringan melangkah.


*



Posted at 20:29 by monst3r
harus komentar !  

10/18/2007
TERLANJUR

ketika cintaku meninggalkan aku
ku tak tahu kemana ku harus tambatkan hati
seperti layaknya
bintang tak bersinar
tapi ku masih menikmati nafas

ketika permenku direbut dariku
tentu saja ku menangis hingga tersedu-sedu
seperti layaknya
bintang tak bersinar
namun ku masih tetap menjadi bintang

andaikan cintaku kembali padaku
andaikan cintaku tepat ada di hadapanku
ku tak tahu harus berbuat apa
karena ku telah terlanjur jadi orang gila
karena ku terlanjur hilang ingatan






Posted at 13:55 by monst3r
Comment (1)  

10/1/2007
mati dan pergi

mati, apa itu mati ?
mati adalah berpisahnya nyawa dari raga
menurut kamus besar bahasa indonesia, mati adalah sebuah keadaan , (eh gak tau ding, sebenarnya monst3r sudah buka di http://kbbi.storymasterq.com tapi kata "mati" belum dimasukkan ke dalamnya. sewaktu masuk ke situ yang ada hanya tulisan :  Selamat Datang ke Kamus Besar Bahasa Indonesia Online
Proyek ini ada pada taraf: ISENG. Sama sekali belon kepikiran bakal launch. Kecuali ada yang mau bantuin :). walah....

tapi pembicaraan kita kali ini adalah seputar mati. karena hanya dalam kurun 1 bulan terakhir sudah ada dua temannya monst3r yang mengalami keadaan ini. mereka mati, meninggalkan dunia ini, raganya lenyap sedangkan tubuhnya masih di dunia.

mati, semua orang pasti mengalaminya.

mati, kalo dipikir-pikir, saat mati itulah, saat pembuktian semua agama di dunia ini apakah benar ataukah salah (maaf kalo ini SARA).

mati, ada ajaran yang bilang kalau setelah mati, maka mereka yang mengalaminya akan "hidup lagi" tapi di alam yang lain, alam kubur, menunggu akan adanya hari perhitungan.

ada juga ajaran yang bilang kalau orang mati nantinya akan hidup lagi di dunia ini, tapi dalam bentuk yang lain, mereka bisa kembali menjadi manusia, bisa juga menjadi binatang atau tumbuhan. peristiwa ini lazim disebut sebagai : reinkarnasi.

ada juga yang bilang kalau mereka yang mati, tapi mati-nya penasaran, maka mereka yang mati itu  masih terus tinggal di dunia ini dalam bentuk rohnya saja dan berusaha menuntut balas kematian mereka.

uh...ada-ada saja. apa pendapat-pendapat tentang mati di atas adalah benar ?

tidak tahu.

untuk bisa membuktikannya, kalian harus mati dulu.

bagi kalian yang mau mati untuk membuktikan semua itu maka di persilakan, tapi dengan syarat, nanti setelah mati, silakan tulis pengalaman kalian di blog masing-masing.

we, apa bisa ya ?








Posted at 16:31 by monst3r
Comment (1)  

9/29/2007
o

o

Posted at 11:30 by monst3r
Comment (1)  

9/22/2007
penjahat

   aku sebenarnya adalah penjahat,

karena tiap detik aku cuma merencanakan rencana-rencana jahat saja

namun hanya gak ada kesempatan saja, maka aku tidak bisa melaksanakannya.

 

bagaimana kalau aku menciptakan kesempatan sendiri ?

ahh...itu namanya bernafsu,

aku adalah penjahat secara naluriah.

yaitu seseorang yang berbakat menjadi penjahat tanpa harus menciptakan kesempatan untuk berbuat jahat.


Posted at 15:38 by monst3r
Comments (3)  

9/21/2007
awalnya

hanya tertusuk jarum, tapi hati itu keesokannya bergetar dan menimbulkan suara gaduh.
langsung saja ku ambil anak panah dan ku tancapkan tepat di tengah-tengah hati itu. maksudku supaya hati itu diam terpancang.

malah... dia malah semakin bergejolak. lunjak-lunjak.
segera ku cabut anak panah itu, tapi tak bisa
ku tarik-tarik tetap tidak bisa. bagaimana ini ?



Posted at 10:51 by monst3r
harus komentar !  

9/17/2007
aspal

aspal hitam dan panas yang selama ini ku gilas-gilas, ternyata lebih cantik  daripada orang-orang yang lewat di atasnya.
aku sekarang lebih sering menundukkan pandanganku saja.





Posted at 13:07 by monst3r
harus komentar !  

9/13/2007
cinta murni ? BULLSHIT !

ketika ada seseorang berkata padamu : aku cinta padamu, terimalah cinta suciku ini

atau bahkan kamu sendiri yang berkata : sungguh aku memiliki cinta ini. cintaku adalah cinta murni, putih dan suci.

lalu tanyakanlah pada dirimu sendiri : benarkah semua itu ?

BENARKAH SEMUA ITU !

sungguh aku sangsi.

bukankah cinta biasanya selalu dikaitkan dengan nafsu ? dan nafsu adalah kotor ?
(ini adalah pendapatnya Reynaldi Arwana)

atau simaklah lirik berikut :

siapapun kamu
bagaimanapun
ujung-ujungnya minta kelamin

mengaku punya cinta murni
ujung-ujungnya minta kelamin

 mencari orang yang terbaik
cantik (atau tampan) tanpa kelamin
percuma


                                                                     (kelamin uber-alles. the panas dalam)



benarkah ada cinta suci di dunia ini ?

hm...kalau aku hanya akan mengaku cinta hanya pada istriku kelak
mengaku mencintai istriku setelah melalui tahap pernikahan
dan juga berpacaran dengan istriku sendiri sepuasnya.
mencintai seseorang setelah mengadakan ikatan pernikahan,

mungkin itulah cinta yang suci.
yakni cinta yang bertanggung jawab.



Posted at 18:10 by monst3r
Comment (1)  

8/26/2007
sudah

aku tidak ingin kaya

 

DAN

aku juga tidak harus kaya

 

karena ternyata

 

aku sudah kaya

 

HUAHAHAHAHA....

 


Posted at 09:43 by monst3r
harus komentar !  

Next Page