mulanya sih cuma diajakin temen sekali-kali ke restoran yang mahal, tapi monst3r malah jadi demam split-split-an. ceritanya begini,
"Dari tadi siang cuman tidur-tiduran aja, emang uang bisa diciptakan di tempat tidur?" kata mom-nya monst3r.
"ye...kemarin khan udah masukin lamaran kerja ke tiga tempat, nah...sekarang saatnya bersantai ria" kata monst3r seraya membetulkan letak earphone di hidungnya (eit, salah ya ? oh...yang benar bukan earphone tapi nosephone).
"mbok ya kayak radit itu temenmu, meskipun kerjanya cuma di dalem rumah, tapi dia malemnya badminton, sorenya clubbing, malemnya ronda dan bla...bla...bla...dsb...dsb...mbok kamu kayak gitu."
"ah...ndengerin musik lewat lobang hidung khan juga kegiatan yang bermanfaat."kata monst3r lirih. "tapi bener juga tuh mom, kayaknya monst3r udah mulai gila nih, seharian di rumah tanpa ada sosialisasi. sebaiknya telpon seseorang pake telponnya pap, mumpung ada telpon lagi nganggur."
monst3r segera mengangkat gagang telpon dan memencet nomor teman.
"halo, Bagusnya ada ?"
"ooo, kamu tho monst3r, da apa ?"
"gak ada kegiatan nih, padahal baru 30 menit nganggur, udah di ceramahi mom-ku tentang uang..." kata monst3r sok sibuk.
"eh iya, sore ni temen-temen alumnus kelas 3 ipa 1 sma kita mao makan-makan, ikut gak ?"
"hm...tapi khan gue bukan kelas ipa..."
"ah, gak papa, kamu khan banyak kenal ama anak-anak ipa 1, si agung, bondan, ari...."
"bener juga, lama juga gak ketemu ama bocah-bocah itu, baik sorenya jam berapa?"
"jam 3, ntar kami jemput deh."
"ok, bai-bai, aku tunggu"
"sip."
monst3r menutup telpon pap-nya dan menunggu.
mereka datang, tanpa ba-bi-bu- dan be-bo mereka meluncur ke restoran kalijembaran.
monst3r yang orang desa tampak terbengong-bengong memasuki restoran mahal tersebut, hingga hampir saja ada lalat yang memasuki mulutnya yang ternganga. sampai di tempat duduk, ia dan juga teman-teman yang lain melihat daftar menu.
Bagus brdiri dan berseru, "karena aku baru saja di terima kerja di perusahaan mainan Heaven.inc, sebagai staf pemasaran, maka kalian semua boleh pesan apa saja, huahaha...."
semua tertawa.
monst3r melihat daftar menu dan memilah serta memilih.
"menu makanannya adalah hamburger keju plus minumnya hm....banana split aja,"kata monst3r kepada pelayan. "banana split, nama yang aneh,"pikir monst3r,"banana adalah pisang, split tuh artinya terpleset, jadi banana split adalah pisang yang kpleset, ah....macem-macem aja."
akhirnya pesananpun datang, monst3r penasaran melihat banana split. sedikit diaduknya minuman itu, disedot dengan sedotan gratisan di atas meja dekat tempat sendok. "hm....rasanya manis seperti krim susu," sendok di angkat, ternyata ada potongan-potongan pisang di dalamnya. monst3r berkata, "ah....kalau cuma ini sih aku juga bisa, cuma susu di kasih potongan pisang, banana split..."
singkat cerita. monst3r pulang ke rumah pap-nya (karena tidak ada rumah lain lagi untuk pulang, rencananya monst3r mau punya rumah sendiri, lepas dari rumah pap dan mom). hari sudah malam.
*
keesokan pagi, tugas sudah dari mom sudah menanti, bersih-bersih rumah. monst3r kebagian menyapu halaman (maksudnya bukan meyapu halaman, tapi menyapu dedaunan yang berguguran di halaman). di halaman bukan hanya daun saja yang jatuh, tapi mangga-mangga yang masih mentah ikut jatuh, pasti karena hujan tadi malem.
monst3r berpikir, "mau diapakan ya mangga mentah itu, mau dibuat rujak, ntar dikira ibu hamil, mau di buang, ntar mubazir, mau dikasih tetangga ya gak mungkin, soalnya hampir tiap rumah di kompleks sini punya pohon mangga semua. oh....bagaimana kalau dibuat manggo split aja!" Monst3r berteriak-teriak tak karuan, sambil membawa satu tas plastik berisi beberapa buah mangga.
momnya hanya geleng-geleng kepala.
pertama-tama, monst3r ambil baskom diisi air panas dan ditambah tiga sendok besar gula plus susu. mangga dikupas, dipotong-potong. potongan itu dimasukkan ke baskom. kemudian ditambah es batu. kemudian dicicipi. rasanya bagaimana yach? hanya monst3r saja yang tahu.
"setelah manggo split, bikin apa lagi ya?"
*